Kamera compact high-end umumnya membawa sensor berukuran 1/1,7 inci. Lewat RX100, Sony berusaha memanaskan persaingan dengan menawarkan kamera compact dengan ukuran sensor yang lebih besar. Sensor CMOS yang dipakai pada kamera ini setara dengan sensor yang dipakai sistem Nikon 1, kamera yang berada satu kelas di atasnya. Ukuran sensornya hanya sedikit lebih kecil dibanding sensor micro-four-third.
Dengan sensor yang besar, Sony pun berani meningkatkan resolusi kamera hingga 20,9 Megapixel. Sangat tinggi untuk ukuran kamera compact. Yang jadi pertanyaan, apakah Sony berhasil menjaga kualitas gambarnya tetap prima?
Dengan ukuran yang hampir sama dengan S100 milik Canon, kualitas gambar RX100 diklaim mampu menjadi alternatif bagi pengguna DSLR. hasil pemotretan di ISO tinggi terbilang memuaskan. Di ISO 1600, noise-nya cukup rendah.
Dukungan lensa dengan focal length 28-100 mm dengan aperture terlebar di f/1.8 membuatnya makin menyenangkan saat dipakai di malam hari. Autofokus di kondisi minim cahaya terbilang cepat. Di mode continuous drive, kamera kecil ini dapat memotret gambar beresolusi 10 Megapixel dengan kecepatan yang baik hingga frame ke limabelas.
Karena sensornya besar, untuk menjaga ukurannya tetap compact, Sony tidak memberikan lensa dengan zoom optic berlebihan. Zoom optiknya kurang dari 4x. Yang mengembirakan, lensa yang digunakan dari Carl Zeiss dengan label T*. Label ini membawa teknologi coating terbaik yang dimiliki produsen lensa ternama tersebut. Saat diuji, ketajamannya terbukti baik. Distorsinya terbilang sangat minim.